MEMBANGUN MENTORING GURU YANG TERSTRUKTUR DAN BERKELANJUTAN: PENGEMBANGAN MODEL DI SMPN 2 CONGGEANG KABUPATEN SUMEDANG

Authors

  • Intan Eldiyana Marfury Politeknik STIA LAN Bandung, Indonesia
  • Edah Jubaedah Politeknik STIA LAN Bandung, Indonesia
  • Teni Listiani Politeknik STIA LAN Bandung, Indonesia
  • Ely Sufianti Politeknik STIA LAN Bandung, Indonesia
  • Abdul Rahman Politeknik STIA LAN Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31113/jmat.v6i1.115

Keywords:

mentoring, pengembangan kompetensi, model mentoring, pedoman mentoring

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan belum adanya model dan pedoman mentoring yang terstruktur dan terdokumentasi di SMPN 2 Conggeang. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model mentoring serta menyusun pedoman mentoring dalam upaya pengembangan kompetensi guru di SMPN 2 Conggeang Kabupaten Sumedang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan telaah dokumen. Informan penelitin terdiri dari kepala sekolah, dua orang guru (mentor), dan tiga orang guru (mentee). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan mentoring di SMP Negeri 2 Conggeang masih bersifat informal dan belum memiliki pedoman yang baku. Pelaksanaan mentoring ditentukan oleh beberapa aspek penting, yaitu kualitas dan kompetensi mentor, kesiapan dan karakteristik mentee, kesesuaian materi yang dibahas dalam proses mentoring, ketersediaan fasilitas penunjang, serta pelaksanaan mentoring yang mengikuti tahapan yang sistematis. Kendala utama yang dihadapi meliputi belum adanya regulasi mentoring di tingkat sekolah. Berdasarkan hasil temuan tersebut, untuk menjadikan mentoring sebagai bentuk pengembangan kompetensi guru model mentoring yang perlu dikembangkan adalah bersifat terstruktur, fleksibel, kolaboratif, serta berorientasi pada refleksi dan keberlanjutan. Model dan pedoman yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi acuan dalam pelaksanaan mentoring bagi guru, serta mendorong terciptanya sistem pembinaan profesional yang lebih sistematis dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.

References

Basseng. (2022). Penguatan Bangkom Berbiaya Murah, LAN Selenggarakan Pelatihan Coaching dan Mentoring Angkatan I. Lembaga Administrasi Negara. https://lan.go.id

BPS. (2024). Statistik Pendidikan (Volume 13). https://www.bps.go.id/id/publication/2024/11/22/c20eb87371b77ee79ea1fa86/statistik-pendidikan-2024.html

Crawford, E. R., LePine, J. A., & Rich, B. L. (2010). Linking Job Demands and Resources to Employee Engagement and Burnout: A Theoretical Extension and Meta-Analytic Test. Journal of Applied Psychology, 95(5), 834–848. https://doi.org/https://doi.org/10.1037/a0019364

Danim, S. (2013). Profesionalisasi dan Etika Profesi Guru (Edisi 1). Bandung: Alfabeta.

Dewi, N. (2017). Meningkatkan Kualitas Guru Untuk Pendidikan Yang Lebih Baik. Pendidikan Universitas Ganesha.

Ivancevich, J. M., & Hoon, L. S. (2002). Human Resourch Management in Asia. Singapore: McGraw-Hill Education.

Kaswan. (2012). Manajemen Sumber Daya Manusia untuk Keunggulan Bersaing Organisasi. Jakarta: Graha Ilmu.

Kemendigbudristek. (2024). Data Guru Penggerak. Kemendikbudristek. https://www.kemdikbud.go.id/

Lubis, R. R., Amelia, F., Alvionita, E., Nasution, I. E., & Lubis, Y. H. (2023). Peran guru penggerak dalam meningkatkan pemerataan kualitas kinerja guru. Jurnal At-Tadbir: Media Hukum Dan Pendidikan, 33(1), 70–82.

Mulyasa. (2013). Pendidikan Karakter Konsep Dan Implementasi. In Bandung: Alfabeta.

Mulyasa. (2017). Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.

Muslim, S. B. (2010). Supervisi Pendidikan Meningkatkan Kualitas Profesionalisme Guru. Mataram: Alfabeta.

Pane, A. (IAIN P., & Dasopang, M. D. (IAIN P. (2017). Belajar Dan Pembelajaran. Kajian Ilmu-Ilmu Keislaman, 3(2), 245–264. https://doi.org/https://doi.org/10.24952/fitrah.v3i2.945

Prasetiya. (2021). Kunci Keberhasilan Program Mentoring di Perusahaan. https://prasmul-eli.co.id

Setiawan, H. (2021). Kemendikbudristek Ungkap Rata-Rata Skor Kompetensi Guru 50,64 Poin. Jawapos. https://www.jawapos.com/nasional/pendidikan/19/11/2021/kemendikbudristek-ungkap-rata-rata-skor-kompetensi-guru-5064-poin

Slameto. (2013). Belajar Dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhinya (Cetakan ke). Jakarta: Rineka Cipta.

Sudarta, I. . (2017). Pengaruh Motivasi dan Disiplin Terhadap Kinerja Perawat Pelaksana Ruang Rawat Inap di Rumah Sakit Bethesda Yogyakarta. Jurnal Kesehatan, 4(2), 89–99.

Zachary, L. J. (2011). The Mentor’s Guide: Facilitating Effective Learning Relationships. San Francisco: Jossey-Bass.

PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen.

Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset, dan Teknologi No. 40 Tahun 2021 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Eldiyana Marfury, I., Jubaedah, E., Listiani, T., Sufianti, E., & Rahman, A. (2025). MEMBANGUN MENTORING GURU YANG TERSTRUKTUR DAN BERKELANJUTAN: PENGEMBANGAN MODEL DI SMPN 2 CONGGEANG KABUPATEN SUMEDANG. Jurnal Media Administrasi Terapan, 6(1), 34–42. https://doi.org/10.31113/jmat.v6i1.115

Citation Check