PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS COLLABORATIVE GOVERNANCE DI KAWASAN WADUK JATIGEDE

Authors

  • Rima Yudiawantini STIA LAN BANDUNG, Indonesia
  • M Nur Afandi Politeknik STIA LAN Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.31113/jmat.v6i2.125

Keywords:

Model Pengembangan, Collaborative Governance, CATWOE, Pariwisata, Waduk Jatigede, , Menara Kujang Sapasang, Kolaborasi

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan pariwisata Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang melalui
pendekatan Collaborative Governance yang dikemukakan oleh Ansell dan Gash (2007), serta dianalisis menggunakan metode Soft System Methodology (SSM) dengan alat bantu CATWOE. Kawasan Menara Kujang Sapasang sebagai bagian dari destinasi pariwisata unggulan di Waduk Jatigede menunjukkan potensi besar namun belum dikelola secara optimal karena rendahnya kolaborasi lintas sektor, keterlibatan masyarakat yang terbatas, minimnya branding, serta keterbatasan infrastruktur. Teori Collaborative Governance digunakan untuk mengidentifikasi lima variabel utama dalam proses kolaboratif, yaitu kondisi awal, desain kelembagaan, kepemimpinan, proses kolaboratif, dan hasil. Setiap variabel dianalisis dengan elemen-elemen CATWOE untuk mengidentifikasi aktor, kepentingan, proses transformasi, dan kendala lingkungan yang mempengaruhi pengembangan pariwisata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pengembangan pariwisata di Waduk Jatigede sangat bergantung pada kepemimpinan fasilitatif, keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, komitmen bersama, serta desain kelembagaan yang transparan dan inklusif. Model yang dihasilkan memberikan rekomendasi strategi kolaboratif yang dapat diimplementasikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang bersama stakeholder lainnya untuk menciptakan tata kelola pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada
peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

References

Ansell, C., & Gash, A. (2008). Collaborative governance in theory and practice. Journal of Public Administration Research and Theory, 18(4), 543–571.

Baggio, R., Cooper, C., & Scott, N. (2019). Network analysis and tourism: From theory to practice. Network Analysis and Tourism.

Bramwell, B., & Lane, B. (2011). Critical research on the governance of tourism and sustainability. Journal of Sustainable Tourism, 19(4–5), 411–421.

Buhalis, D., & Law, R. (2008). Progress in information technology and tourism management: 20 years on and 10 years after the Internet—The state of eTourism research. Tourism Management, 29(4), 609–623.

Checkland, P., & Scholes, J. (1999). Soft systems methodology in action. John Wiley & Sons.

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2016). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches. Sage publications.

Goodwin, H., & Santilli, R. (2009). Community-based tourism: a success?

Hall, C. M., & Page, S. J. (2020). Geography and the study of events. In The Routledge handbook of events (pp. 208–228). Routledge.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Sage. Newbury Park.

Nunkoo, R., Wen, J., & Kozak, M. (2022). Handbook on tourism, public health and wellbeing. Edward Elgar Publishing.

Patton, M. Q., McKegg, K., & Wehipeihana, N. (2015). Developmental evaluation exemplars: Principles in practice. Guilford publications.

Rangkuti, F. (2018). Measuring Customer Satisfaction Teknik Mengukur Strat. Meningk. Kep. Plg. Gramedia Pustaka Utama.

Rasoolimanesh, S. M., Seyfi, S., Rastegar, R., & Hall, C. M. (2021). Destination image during the COVID-19 pandemic and future travel behavior: The moderating role of past experience. Journal of Destination Marketing & Management, 21, 100620.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications (Vol. 6). Sage Thousand Oaks, CA.

Downloads

Published

2026-06-30

How to Cite

Yudiawantini, R., & Afandi, M. N. (2026). PENGEMBANGAN PARIWISATA BERBASIS COLLABORATIVE GOVERNANCE DI KAWASAN WADUK JATIGEDE. Jurnal Media Administrasi Terapan, 6(2), 79–93. https://doi.org/10.31113/jmat.v6i2.125

Citation Check